Hilangan Pemikiran berarti Ketiadaan Identitas Bangsa

waktu baca 2 menit
Rabu, 30 Jul 2025 17:29 255 andi wijaya

Penulis Putra Aden
Editor Andi Wijaya

Politisi.net Proses pergerakan pemikiran, tidak akan berlaku instan, tetapi memerlukan kerja keras dikalangan stockholders, khususnya para elit politisi, karena segala perencanaan, program, pembentukan sistem berada di tangan mereka, yaitu kebijakan, keputusan, juga undang undang.

Semua itu, tiada perubahan, bahkan mengalami stagnasi, surut ke belakang, salah satu contohnya perbaikan sekolah sekolah hanya mengurus gedung, tanpa ada memperbaiki perpustakaan, mengisi dengan buku buku, ruang diskusi serta penyediaan alat alat penulisan di tempat tersebut, seperti laptop, printer, bersama guru guru berkualitas, sebagai pembimbing kajian ilmiah. Hal ini, tidak hanya berkaitan dengan bidang sosial saja, bisa eksakta, kedua hal pengetahuan selalu berkaitan antara keduanya.

Ilmu ilmu sosial, selalu berkaitan mengenai budaya, kehidupan sosial, ekonomi, politik, perubahan dan pengaruh perubahan sosial politik, dikalangan rakyat, ditambah dampak dampaknya, apa pengaruh utama. Ilmu eksakta, memperhitungkan prosentase perubahan, jumlah rakyat terpengaruh, naik lewat statistik maupun perhitungan algoritma ekonomi. Jadi kedua ilmu tak pernah terpisah.

Persamaan kedua pengetahuan tersebut, mengembangkan akal, logis, memperkuat kematangan berpikir. Pokok dasar ilmu pengetahuan, berupa pengamatan, penelitian, analisa, hipotesa, kesimpulan. Dari awal hingga akhir, semua pola itu, menunjukan sistem pemikiran. Dimanapun kita berada, di seluruh dunia, cara cara yang dijalankan sama, membentuk sistematika umum.

Pihak pihak, di luar negeri, seperti Jerman, Inggris, Jepang, Prancis, Iran, Selandia baru, negara negara eropa, mereka telah membentuk sistem pendidikan nasional, interaksi awal adalah pembenahan berpikir rakyatnya, melalui literasi, menulis hasil diskusi.

Telah dimulai sejak dahulu kala, disaat ada satu negara maju, menjadi penakluk, penjajah bangsa lain, mereka mempelajari ilmu ilmu kemajuan negeri itu.

Hanya satu yaitu pembenahan cara berpikir, penguatan akal, logis, pada titik berpikir, kemajuan adalah hasil, efek kekritisan, memunculkan keingintahuan,kehendak perubahan, dan proses tindakan, bereaksi, membuat sistematika berpikir bersama budaya politik bangsa dan dijadikan tradisi, sedangkan di Indonesia degradasi total?

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA