Bagi masyarakat yang akan merayakan Tahun Baru 2026 di himbau untuk tidak melakukan penyambutan malam tahun baru dengan kemewahan,
Menyambut tahun 2026 dapat dilakukan dengan kesederhanaan tanpa adanya hura-hura dengan menyalakan kembang api dan terompet.
Menyambut tahun baru dapat dengan mengedepankan nilai kemanusiaan. Mengingat beberapa wilayah di Indonesia mengalami bencana alam.
Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat tahun baru 2026 kepada para pengungsi yang bersama-sama dengan Presiden dan sejumlah menteri merayakan malam pergantian tahun di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis dini hari.
Di tengah-tengah para pengungsi, Presiden Prabowo mengajak mereka menyanyikan lagu-lagu nasional seperti “Tanah Air” dan “Rayuan Pulau Kelapa” untuk membangkitkan kembali semangat dan harapan menyambut tahun yang baru.
“Selamat tahun baru, tahun 2026, semoga Yang Maha Kuasa selalu memberi yang terbaik kepada kita semua,” kata Presiden Prabowo kepada para pengungsi yang berkumpul di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, Tapanuli Selatan.
Dalam acara yang sama, Presiden Prabowo juga mengajak para pengungsi beserta para pejabat yang hadir untuk berdoa bersama-sama.
“Kita tentunya berdoa terus bahwa Yang Maha Kuasa akan memberi yang terbaik untuk kita. Kita menghadapi kesulitan, kita menghadapi musibah, kita menghadapi tantangan. Tapi kita harus terus semangat, ikhlas. Kita harus terus kuat, tegar jiwa kita,” ujar Presiden Prabowo kepada para pengungsi.
Perayaan malam pergantian tahun bersama para pengungsi di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan pada Rabu malam (30/12) sampai dengan Kamis dini hari berlangsung sederhana tanpa ada riuh suara kembang api. Walaupun demikian, warga setempat yang saat ini masih mengungsi tetap terlihat antusias menyambut Presiden Prabowo yang duduk dan berbaur di tengah-tengah mereka.
Tidak ada komentar