Ulasan Sistem Zaman Penjajahan

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Jul 2025 14:40 209 andi wijaya

Penulis Putra Aden
Editor Andi Wijaya

Politisi.net Para penindas penakluk, penjajah bangsa lain didunia, lebih dahulu mempelajari kesejarahan mereka, melakukan berbagai aspek, sebab sebelum menjajah negeri negeri tersebut adalah negara tertindas oleh bangsa lainnnya. Elit elit penguasa, terlebih dahulu memerintahkan tokoh tokoh pemikir, ahli perang untuk mempelajari segala kelemahan dari rakyat bangsanya.

Kenapa dapat dijajah, apa sebab itu terjadi? Sebab apa yang paling mendasar ?
Pengaruh pertama adalah, ketidak pahaman rakyat atas keter-jajah-an, psywar. Dengan melakukan hukuman terhadap negeri taklukan bagi melawan, mereka melalui hukuman di depan massa, menimbulkan rasa takut kepada rakyat, propaganda, merubah cara hidup sesuai budaya negeri penjajah, merubah agama, bahasa, ekonomi interaksi, kehidupan sosial. Mengakibatkan perubahan mental, khususnya cara berpikir. Sehingga, tanpa terasa mereka telah menjadi bagian dari para penakluk, penjajah, bahkan berkesadaran tertindas pun, tidak terasa.

Apakah penyebab utamanya?
Yaitu pemahaman. Kata tersebut, selalu berhubungan dengan cara, proses pengenalan arti dan makna kata, kalimat. Dikarenakan, disaat kita berpikir selalu menggunakan hal itu, untuk memberikan penjelasan tentang maksud tujuan dari komunikasi dengan kata lain, pengolahan terhadap akal, logika, wajib dilakukan, bagi rakyat, sehingga keterpahaman terhadap bentuk kata, kalimat, dan tersampaikan juga dari maksud bersama tujuan, baik komunikasi lisannya maupun teksnya.

Maka menghadiri paham, pemahaman dari setiap interaksi pasti tumbuhkan reaksi. Mulailah, para negara terjajah, merubah cara pengembangan kesadaran rakyat, melakukan aksi aksi pendidikan, untuk pengembangan cara berpikir rakyatnya. Menggunakan metode metode literasi, diskusi, menulis, memperkuat penelitian, analisa.

Bagi memperkuat pemikiran rakyat, pembudayaan baca dilingkungan keluarga mulai dilaksanakan, dari sejak dini (usia), membiasakan dialog dalam setiap komunikasi, membebaskan pertanyaan, berpikir, berpendapat, didengarkan tanpa dipotong hingga selesai. Menimbulkan atas tubuh, kepercayaan diri, wawasan luas, pemahaman yang kuat, mental berani, memberikan alasan alasan-alasan kuat pada setiap argumen hingga menghasilkan kelogisan, akal digunakan. Sedangkan di Indonesia?

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA