MRMP Ponorogo, Inspiratif Pariwisata Bersama

waktu baca 3 menit
Rabu, 13 Agu 2025 08:08 245 andi wijaya

Momen prosesi pemasangan panel bentuk kepala merak seberat tiga ton di puncak Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) Gunung Gamping, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Senin (11/8/2025).

Politisi.net Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, menyebut pemasangan kepala merak ini sebagai “last puzzle” dari pembangunan utama monumen. Proses bersejarah ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta jajaran bupati dari daerah sekitar. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, didampingi Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, meninjau progres pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Senin (11/8/2025) sore.

Prosesi pemasangan panel kepala burung merak seberat 3 ton di puncak monumen sebagai tanda telah rampungnya struktur utama monumen setinggi 126 meter tersebut dan melebihi patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Saat acara detik detik pemasangan kepala burung merak, Fadli Zon melihat sambil berdiri detak kagum. 

“Ini adalah satu langkah yang luar biasa dalam kemajuan kebudayaan, khususnya Reog Ponorogo yang telah dienkripsi sebagai ICH UNESCO. Monumen ini merupakan suatu terobosan budaya yang luar biasa,” kata Fadli.

Monumen Reog di bangun Pemkab Ponorogo diharapkan mampu tumbuhkan ekosistem wisata dan ekonomi masyarakat. Sebagai pemantik destinasi wisata unggulan khususnya Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur, Nasional bahkan sampai tingkat Mancanegara.

“Saya yakin akan tumbuh ekosistem yang baik, sehingga di lingkungan sekitar monumen dan di Jatim bisa jadi destinasi budaya, wisata, kuliner, juga sebagai penunjang. Tentu akan menghidupkan ekonomi budaya di Ponorogo,” jelas Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Bupati Sugiri jelaskan, pemasangan panel kepala burung merak. Prosesi terakhir (last puzzle) dari pembangunan bangunan utama (main building) dan hanya tinggal finishing berupa pengecatan.

“Ini menandai main building sudah selesai tingal finishing-finishing kecil. Kedua, kita atur finishing mulai dari programnya, misal museum seperti apa, digitalisasi seperti apa. Lalu, dinding-dinding ini (di belakang monumen) akan kami gambar berbagai relief cerita tentang reog,” ucap Sugiri.

Target Politisi PDI Perjuangan itu, pembangunan MRMP selesai di 2028 dan masih butuhkan anggaran sebanyak Rp 164 miliar. Menutupi kekurangan anggaran, menggandeng investor ikut turut andil bangun Ponorogo dari Sektor Pariwisata.

“Memang harus butuh effort kalau sempitnya fiskal, maka kami nggak berhenti. Kami juga menggandeng pihak swasta, investor sudah mulai mendekat agar saling menguntungkan, simbiosis mutualisme,” jelas Bupati Ponorogo.

Sugiri pun undang sejumlah kepala daerah antara lain Bupati Magetan, Bupati Madiun, Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, hingga Bupati Wonogiri. Harapan Bupati Ponorogo, Monumen Reog ini diharapkan membangunkan semangat inspiratif bidang pariwisata kabupaten lainnya, karena Kabupaten Ponorogo terintegrasi kabupaten tetangga.

“Kami mengundang para bupati agar sama-sama berpikir ke arah sana. Kami selesaikan infrastrukturnya, programnya nyambung, kita satu nasib antara Lawu dan Wilis butuh berpikir sama-sama untuk mewujudkan pariwisata,” pungkas Bupati Ponorogo H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M. (Wijaya)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA