Sebelum kemajuan teknologi informasi mengalami kemajuan, peradaban manusia berjalan beriringan dengan seni tradisonal yang menjadi identitas bangsa.
Kebudayaan menjadi tanggung jawab semua generasi bangsa agar bisa lestari dan keberadaannya tidak hilang dimakan oleh kemajuan zaman.
Namun pemahaman ini hanya menjadi halusinasi dari para pelaku budaya karena tidak selalu mendapatkan dukungan dari pemerintah, seperti yang dialami oleh beberapa komunitas budaya di Jakarta.
Awalnya atas kesadaran bersama dari berbagai lapisan, Dewan Kesenian Jakarta akan mengadakan pagelaran budaya dengan tema besar PAGELARAN SENI BUDAYA ANAK JALANAN DAN KAUM PROLETAR NUSANTARA, harapannya tidak ada lapisan masyarakat yang terdiskriminasi dalam ruang kebudayaan.
Namun acara ini tidak bisa terlaksana karena tidak ada dukungan dari pemerintah DKI dalam bentuk apapun kepada pegiat budaya yang akan menyelenggarakan pagelaran tersebut.
Dalam percakapan Whatsapp dengan salah satu panitia pagelaran, pihak pemerintah memberikan pernyataan,, Maaf ya pak, Untuk tahun ini kami tidak dapat berpartisipasi, ucap Bidang Ekonomi dan KESRA DHD Daerah Khusus Jakarta, Saikun.
Banyak pihak yang menyesalkan pernyataan ini karena seakan akan pemerintah tidak memiliki uang dan anggaran dalam mendukung kegiatan kebudayaan.
Nasib Kebudayaan Tergantung Dari Kehendak Pemerintahan
Pentingnya dukungan pemerintah terhadap pagelaran seni budaya di era modern menjadi semakin jelas ketika kita melihat bagaimana dinamika global memengaruhi identitas dan kreativitas bangsa. Namun hal ini tidak disadari oleh pemerintah DKI Jakarta.
Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang begitu cepat, seni dan budaya tradisional sering kali terpinggirkan oleh industri hiburan populer yang lebih komersial. Tanpa keterlibatan aktif pemerintah, banyak nilai luhur dan warisan budaya yang berpotensi kehilangan ruang untuk berkembang atau bahkan punah.
Dukungan pemerintah dapat hadir dalam bentuk kebijakan yang melindungi serta mendorong pelestarian budaya. Regulasi yang berpihak pada pelaku seni memberikan kepastian bagi mereka untuk terus berkarya. Bantuan finansial, penyediaan fasilitas, hingga kemudahan perizinan merupakan bagian penting dari ekosistem yang memungkinkan pagelaran seni budaya terselenggara secara berkelanjutan. Dengan cara ini, pemerintah tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator yang memungkinkan kreativitas tumbuh subur.
Selain memberi ruang bagi para seniman, dukungan pemerintah juga berdampak besar pada penguatan identitas nasional. Pagelaran seni budaya menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai, sejarah, dan kearifan lokal kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda. Di era modern ketika informasi datang dari berbagai penjuru dunia, keberadaan pertunjukan budaya membantu masyarakat tetap terhubung dengan akar tradisi mereka. Hal ini sangat penting agar nilai-nilai luhur bangsa tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Di sisi lain, seni budaya memiliki potensi ekonomi yang besar. Melalui festival, pertunjukan, dan program kebudayaan, daerah dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemerintah memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi ini melalui promosi, kolaborasi dengan pelaku industri kreatif, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Ketika seni budaya diberdayakan dengan baik, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pun ikut tumbuh, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Terakhir, dukungan pemerintah terhadap pagelaran seni budaya juga mendorong terciptanya ruang dialog dan toleransi. Seni terbukti mampu menjadi media pemersatu berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda. Di tengah tantangan era modern seperti polarisasi sosial, pagelaran budaya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat rasa saling menghargai dan mempererat ikatan kebangsaan.
Dari berbagai aspek tersebut, terlihat bahwa dukungan pemerintah bukan hanya penting, tetapi juga menjadi fondasi bagi keberlangsungan seni budaya di era modern. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, seniman, dan masyarakat, pagelaran seni budaya dapat terus hidup, berkembang, dan memberikan manfaat besar bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Artikel diatas merupakan Tanggapan pegiat budaya AMRAN SS terkait dengan keputusan Pemerintah DKI Jakarta
Tidak ada komentar