Beberapa Ayat Dalam Kitap Suci Yang Membicarakan Pertanian, Revolusi Dimulai Dari Benih

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Nov 2025 05:55 60 politisi

Assalamualaikum, Salam Pertanian !!

 

 Saya adalah manusia pertanian, berkontribusi untuk pertanian,

yang dikonsumsi setiap hari dari hasil pertanian,

pekerjaan dibidang pertanian,

setiap hari bertemunya dengan para petani

dan yang dibicarakan selalu tentang pertanian.

                                                                                                    

(Evi Jazuli)

 

Pertanian menurutku adalah seni, seni kesabaran dari berbagai aspek pekerjaan dan harapan. Pertanian adalah bahasa prilaku yang hidup dan berbicara, empat unsur penting didalamnya menyatu jadi satu “Tanah, Air, Api dan Udara”,temukan sendiri tentang empat unsur ini pada  ilmu dan aspek yang luas dalam pertanian . MINIMAL sedikit mengajak nafsu ketika tanaman sudah dipelihara dari kecil, buahnya bagus tinggal dipetik kemudian dirusak seketika oleh hama dan penyakit – Innahu kana ghofaro unsur Api datang tanpa diminta.

Pertanian adalah nafas kehidupan, bagaimana sebatang jerami berevolusi menjadi jutaan butir nasi yang dinikmati ratusan ribu juta, bahkan miliaran manusia mengkonsumsinya dari tahun ketahun tanpa dituntut setiap yang menikmati harus membudidayakan. Bagaimana dengan jagung, bagaimana dengan sayur, tebu, kopi, kacang-kacangan dan semua yang tumbuh adalah nafas penting untuk penduduk bumi.

Pertanian adalah ayat Allah, “Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu tanaman yang subur” Al-An’am: 99. Banyaknya ayat ayat yang menyebutkan pertanian didalam kitab sucinya ummat islam, menandakan betapa mulianya benih yang ditanam bisa menjulang tinggi, betapa mulianya pelaku pertanian (petani), mengorbankan tenaga, waktu dan biayanya untuk harapan dan cita-cita hidupnya.

Pertanian adalah bercandanya para petani dan burung-burung disawah, berjalanlah dimuka bumi yang luas ini berangkatlah mulai dari PULAU MADURA sebrangi luasnya lautan dan lintasi berbagai negara lalu, temukan dimana manusia bermain main dengan segerombolan burung kecil. Sepertinya tuhan sengaja menghibur petani dengan candaan yang ala nya, bagaimana bisa kawanan burung-burung pergi ke Indomaret membeli roti disana, bagaimana bisa burung-burung itu kompak ke warung Padang memesan nasi disana tentu saja tidak, dia bekerja dengan fitrah dimana ada biji-bijian disana dia ada dan menikmati, termasuk juga Padi disawah.

           

           

 

Penulis

Evi Jazuli

Pemikir Pertanian Indonesia

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA