Sistem Imperialisme, Cipta Terasing Pemikiran

waktu baca 2 menit
Kamis, 24 Jul 2025 11:51 232 andi wijaya

Penulis : Putra Aden
Editor : Andi Wijaya

Politisi.net Tidak ada di dalam dunia ini, pergerakan atas pemahaman terhadap sesuatu tanpa menggunakan akal dan logis. Kedua hal tersebut pun, membutuhkan tempat penguraian agar mengerti atas apa yang sedang dipelajari, diteliti, di analisa, hingga mendapatkan resume, kesimpulan, lalu diwacanakan.

Semua hal tersebut, terpusat pada otak kiri manusia, menghasilkan pola berpikir, ketika hadirnya pertanyaan, keingintahuan, harus diterima nyata, termasuk logika. Hasil, dari ilmu pengetahuan masuk akal, logis, supaya dapat di terima oleh orang orang berpikir.

Pencernaan buah pikir, wajib ada uraian, awal di lihat dari arti dan makna kalimat, kata, isi teks secara keseluruhan, judul, tema, maksud, tujuan penulisan buku, siapa penulis, penerbit, lainnya. Sebab buku dapat juga mengarahkan para pembacanya, menjadi pendukung satu individu, kelompok, melalui cuci otak tak tersadarkan, apabila tidak ada daya berpikir kritis, logis, doktrinal memakan dirinya secara pasti.

Sementara itu, para pihak memiliki kemampuan modal, khususnya imperialis, melakukan penaklukan bukan dengan kekuatan militer, tetapi penguasaan tak disadari oleh umat manusia, melalui sektor tata budaya daerah jajahan, tanpa harus disadari, tanpa rasa, tiba tiba sudah kalah dan terjajah kemudian menguasai menguras segala kekuatan ekonomi, memberikan tempat kerja, kontrol pekerja, diberbagai sektor, buat ketergantungan materi, karena sisi lain, penghentian manusia untuk berpikir, adalah materialisme.

Hentakan materialisme, sebagai berikut : Tinggalkan doktrin,
Adu domba antar karyawan supaya image terbangun diri hingga mendapatkan tempat jenjang tertinggi di perusahaan. 
Agar mendapatkan gaji tertinggi,
berikan fasilitas bagi kebutuhan pegawai, supaya mereka tidak sempat berpikir kritis, hanya dipikirkan urusan pribadi dan pekerjaan.

Kontrol demikian massif, termasuk menguasai unversitas negeri, swasta, termasuk kelompok itu, membuat kampus sendiri. Penghentian terhadap kemampuan berpikir, terus berlangsung, demi penguasaan, kontrol terhadap umat manusia sebagai individu, kelompok bangsa.

Menghilangkan orang orang berkemampuan berpikir, merupakan suatu tugas suci, supaya memperkuat, mempermudah, imperialisme melakukan apapun dimaui mereka. Sehingga pemahaman kenyataan, kebenaran, hanya versi imperialis, serta itu dipakai dalam keseharian umat manusia. Akal, ke logisan, dimiliki oleh mereka saja. Indonesia?

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA