KPGSI Prihatin Dengan Krisis Literasi Yang Dialami BNI Jember dan Bondowoso, Seakan Tidak Memanusiakan Manusia

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Jan 2026 10:04 5625 politisi

 

Semua manusia harus dihargai segala hak serta kewajibannya sebagai warga Negara dan hamba Tuhan yang Maha Esa, KPGSI (Kesejahteraan Pekerja Galian Seluruh Indonesia) konsisten memberikan saran maupun kritik bagi Bangsa dan Negara agar tidak ada lagi hak manusia yang terkebiri. Semua instrumen pemerintahan dan lembaga yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan.

Ketika membaca artikel di media online https://aktivis.id/catatan-akhir-tahun-2025-bni-jember-dan-bondowoso-krisis-literasi/  KPGSI merasa prihatin karena banyak nilai nilai yang diabaikan baik secara administrasi maupun kemanusiaan yang diabaikan oleh pihak Bank.

Dalam artikel di media aktivis.id tersebut, Nampak upaya yang sangat serius dari nasabah untuk mendapatkan kejelasan secara tertulis kepadan pihak BNI Jember dan Bondowoso terkait pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sudah melalui beberapa survey namun pada survey terakhir malah tidak mendapat kejelasan.

Menurut hemat kami, Lembaga perbankan memiliki peran strategis dalam kehidupan ekonomi masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai mitra kerja bagi nasabah.Dalam hubungan ini, komunikasi menjadi fondasi utama yang menentukan kualitas kepercayaan.

Salah satu bentuk komunikasi yang sering dianggap sederhana namun berdampak besar adalah kesediaan bank untuk membalas surat atau korespondensi dari nasabah. Tindakan ini mencerminkan keseriusan bank dalam membangun hubungan yang setara, profesional, dan saling menghargai.

Membalas surat nasabah bukan semata-mata kewajiban administratif, melainkan wujud pengakuan bahwa nasabah adalah subjek yang memiliki suara, kepentingan, dan hak untuk didengar.

Ketika bank merespons surat dengan baik, jelas, dan tepat waktu, bank menunjukkan bahwa nasabah dipandang sebagai mitra kerja, bukan sekadar objek transaksi. Sikap ini memperkuat rasa memiliki dan kepercayaan nasabah terhadap institusi perbankan, yang pada akhirnya berdampak positif pada loyalitas dan reputasi bank itu sendiri.

Respons terhadap surat nasabah merupakan bentuk nyata dari prinsip memanusiakan manusia. Dalam praktiknya, nasabah sering menyampaikan keluhan, pertanyaan, atau permohonan yang berangkat dari kondisi dan kebutuhan nyata dalam hidup mereka.

Dengan memberikan balasan yang empatik dan solutif, bank menunjukkan kepekaan sosial serta tanggung jawab moral dalam menjalankan fungsi layanannya. Hal ini penting agar teknologi, sistem, dan prosedur yang semakin maju tidak menghilangkan sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan perbankan.

Kesediaan lembaga perbankan untuk membalas surat nasabah mencerminkan nilai-nilai profesionalisme, etika, dan kemitraan yang sehat. Komunikasi dua arah yang terjaga dengan baik akan menciptakan hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Nasabah adalah mitra kerja dan manusia yang layak dihargai, perbankan tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga harus berkontribusi pada terciptanya sistem keuangan yang lebih adil, beradab, dan berorientasi pada kemanusiaan.

 

Penulis

Lardi Dahono

Ketua Umum KPGSI

(Kesejahteraan Pekerja Galian Seluruh Indonesia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA