Tanah Proyek Pembangunan KMP Memakan Korban, Pasutri di Bojonegoro Tewas Kecelakaan

waktu baca 3 menit
Rabu, 24 Des 2025 23:43 662 politisi

 

Insiden maut yang merenggut nyawa pasangan suami istri petani terjadi di Jalan Raya Bronto, Desa Alasgung, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (23/12/2025). Kecelakaan tragis ini diduga kuat dipicu oleh kondisi permukaan aspal yang sangat licin akibat ceceran tanah dari aktivitas kendaraan berat proyek di wilayah tersebut. Kedua korban yang tengah menempuh perjalanan rutin menuju sawah tidak mampu mengendalikan kendaraan saat melintasi jalur yang tertutup material tanah basah. Kejadian ini seketika memicu duka mendalam bagi warga desa setempat serta menjadi sorotan tajam terkait keamanan infrastruktur jalan.

Peristiwa nahas ini bermula ketika kedua korban mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang dari arah pemukiman menuju lahan pertanian mereka. Saat memasuki titik lokasi kejadian, ban motor korban mengalami selip mendadak akibat lapisan lumpur tipis yang menutupi permukaan jalan raya. Kehilangan keseimbangan yang drastis membuat kendaraan korban oleng hingga akhirnya keduanya terjatuh tepat di tengah badan jalan. Situasi menjadi semakin genting karena pada saat yang bersamaan muncul kendaraan lain dari arah berlawanan di jalur utama tersebut.

Sebuah mobil pickup yang dikemudikan oleh warga asal Kabupaten Nganjuk melaju dari arah barat dan tidak sempat melakukan pengereman mendadak. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, pengemudi pickup tersebut tidak mampu menghindar sehingga tabrakan hebat dengan kedua korban yang terjatuh tidak terelakkan. Benturan keras tersebut mengakibatkan luka fatal pada pasangan suami istri petani tersebut hingga mereka dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian segera berhamburan memberikan pertolongan, namun nyawa kedua korban sudah tidak dapat terselamatkan.

Banyaknya ceceran tanah dari truk proyek yang melintas di sepanjang Jalan Raya Bronto dikeluhkan warga sebagai penyebab utama seringnya terjadi kecelakaan. Material tanah yang terpapar air hujan atau kondisi lembap berubah menjadi lapisan licin yang sangat membahayakan keselamatan pengendara roda dua. Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian memberikan kesaksian mengenai kondisi buruk jalur tersebut saat insiden berlangsung. “Jalannya memang sangat licin karena banyak tanah yang berceceran dari truk-truk proyek, sehingga korban jatuh dulu sebelum tertabrak pickup,” ujar warga tersebut dengan nada prihatin.

Pihak kepolisian setempat segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami kronologi pasti kecelakaan tersebut. Petugas telah mengamankan kendaraan sepeda motor korban serta mobil pickup beserta pengemudinya untuk proses penyelidikan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku. Selain melakukan evakuasi korban, kepolisian juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memperkuat bukti-bukti terkait penyebab kecelakaan. Polisi memastikan akan menindaklanjuti adanya unsur kelalaian terkait ceceran material tanah yang membahayakan pengguna jalan umum di kawasan Sugihwaras.

Insiden berdarah ini memicu desakan luas dari masyarakat agar pengelola kendaraan berat bertanggung jawab penuh atas kebersihan jalan yang terdampak aktivitas proyek. Warga menuntut adanya tindakan preventif yang nyata agar sisa-sisa tanah tidak lagi membahayakan nyawa publik, terutama bagi para petani yang melintas setiap hari. Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama bagi setiap perusahaan atau penyedia jasa konstruksi yang menggunakan akses jalan umum untuk operasional mereka. Diharapkan tragedi ini menjadi pelajaran keras bagi semua pihak untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja demi keamanan bersama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA