Menkeu Purbaya memang benar benar koboi atau hanya halilintar tanpa hujan,,???.
( Wahyu Prasetya)
Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi impian setiap pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha yang dimiliki dan sudah berjalan lama.
Modal memiliki peran vital untuk kemajuan sebuah usaha karena bisa digunakan untuk memperbanyak jumlah produksi.
Dalam lingkungan masyarakat dan di berbagai media sosial banyak keluhan rakyat yang kecewa karena tidak mendapatkan akses KUR.
Perlu diketahui bahwa KUR bukan program langsung di bawah Kementerian Keuangan, melainkan berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Meski demikian, Purbaya menegaskan berhak ikut memeriksa karena dana KUR berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola pihaknya.
“Cuma kan itu bukan program Kementerian Keuangan. Nanti kalau ada yang ribut, Bapak Ibu jagain saya ya. Lalu dia bilang, ‘lu ikut campur kementerian lain.’ Waduh, tapi ini kan uang saya,” kata Purbaya.
Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memperbaiki penyaluran KUR agar lebih tepat sasaran.
“Ini kan enggak bertanggung jawab. Itu program pemerintah yang harusnya untuk UMKM. Mengapa mereka berhentikan? Saya rugi banyak. Pokoknya saya enggak mau rugi, nanti saya periksa itu,” ujarnya.
Purbaya juga mengaku telah mendapat laporan dari anggota DPD RI terkait perbankan di sejumlah daerah yang mempersulit penyaluran KUR. Ia bahkan sudah mengantongi nama-nama bank yang diduga melakukan praktik tersebut.
Selain itu, ia menyinggung adanya oknum yang mencatut nama UMKM untuk mendapatkan fasilitas KUR. “UMKM itu tulang punggung ekonomi Indonesia. Tapi begitu mereka bertahan, malah dilupakan. Enggak ada program, enggak ada kredit yang jelas,” ujarnya geram (sumber liputan6.com , menkeu-purbaya-siap-investigasi-penyaluran-kur-ancam-sanksi-bank-yang-persulit-umkm).
BNI Bondowoso yang berada dibawah naungan BNI Jember memiliki beberapa fakta yang mengecewakan terkait penyaluran KUR padahal sebelumnya calon peminjam tidak memiliki pinjaman di Bank manapun serta Usaha yang dijalankan memiliki sirkulasi keuangan positif.
Apakah Menteri keuangan Purbaya berani menindak tegas BNI Jember yang menaungi BNI Bondowoso atau hanya mencari popularitas dalam sebuah isu sosial yang banyak dialami oleh lapisan masyarakat.
Rakyat Jember dan Bondowoso menunggu keseriusan Menteri keuangan Purbaya untuk menunjukkan ketegasannya, apakah memang Purbaya adalah seorang koboi atau hanya halilintar tanpa hujan.
Penulis
Arief Dwi Wahyu P
Pendiri Aktivis Institute
Tidak ada komentar